Update Penemuan Puing ATR 42-500: Tim SAR Evakuasi Satu Korban
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan secara resmi telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat carteran ATR 42-500 yang sempat hilang kontak. Pesawat tersebut ditemukan dalam kondisi hancur di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, upaya evakuasi dan pencarian korban masih menjadi prioritas utama di tengah medan yang sangat sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Penemuan Puing dan Korban Pertama
Setelah melakukan penyisiran udara dan darat selama beberapa waktu, tim darat akhirnya berhasil mencapai titik koordinat jatuhnya pesawat. Di lokasi tersebut, ditemukan serpihan badan pesawat yang tersebar di area hutan lebat.

Dalam proses identifikasi awal, petugas menemukan satu jenazah korban ATR 42-500 di sekitar rerangkai pesawat. Jenazah tersebut telah dievakuasi ke posko terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI (Disaster Victim Identification).
Kendala Cuaca Buruk di Gunung Bulusaraung
Meskipun lokasi telah ditemukan, operasi pencarian terhadap 9 penumpang lainnya menghadapi tantangan besar. Beberapa kendala utama di lapangan meliputi:
- Kabut Tebal: Jarak pandang yang sangat terbatas menghambat pemantauan melalui helikopter.
- Medan Terjal: Lokasi puing berada di kemiringan ekstrem yang sulit dijangkau tanpa peralatan mendaki khusus.
- Hujan Intensitas Tinggi: Cuaca buruk di wilayah Sulawesi Selatan memicu risiko longsor di area pencarian.
Langkah Selanjutnya dalam Operasi SAR
Kepala tim SAR menyatakan bahwa operasi akan terus dilakukan dengan membagi tim ke dalam beberapa SRU (Search and Rescue Unit). Fokus utama saat ini adalah:
- Melanjutkan penyisiran di radius 500 meter dari titik penemuan puing.
- Mempersiapkan jalur evakuasi udara jika cuaca memungkinkan.
- Berkoordinasi dengan KNKT untuk mengamankan kotak hitam (black box) guna menyelidiki penyebab kecelakaan.
Pihak ARENAMPO keluarga penumpang saat ini telah berada di posko antemortem untuk memberikan data pendukung guna mempercepat proses identifikasi korban yang ditemukan.






