Pasar Palmerah Semrawut Lagi Usai Prabowo

Pasar Palmerah, salah satu pasar tradisional ikonik di Jakarta Barat, kembali menjadi sorotan publik. Hanya sehari setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada 13 Februari 2026, kawasan ini langsung berubah wajah menjadi semrawut lagi. Penertiban yang dilakukan untuk menyambut presiden ternyata hanya bertahan sementara, memicu protes dari warga setempat terkait kebersihan dan ketertiban.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Pasar Palmerah

Pada Jumat, 13 Februari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Pembentukan Perwira Polri (SPPG Polri) di kawasan Palmerah. Untuk memastikan kelancaran, pihak berwenang menutup sementara aktivitas pasar dan menertibkan pedagang kaki lima (PKL) serta angkutan kota yang biasa ngetem sembarangan. Hasilnya, jalanan terlihat rapi, trotoar bebas dari lapak, dan lalu lintas lancar tanpa kemacetan. Angkutan kota tak terlihat berhenti sembarangan, sementara PKL yang biasa memadati bahu jalan untuk sementara disterilkan.

Potret kondisi saat itu menunjukkan kontras yang mencolok dengan hari biasa. Warga sempat berharap penertiban ini menjadi awal dari perubahan permanen di pasar palmerah semrawut yang selama ini dikeluhkan.

Sehari Tertib Saat Prabowo Datang, Pasar Palmerah Kembali Semrawut

Kembali Semrawut dalam Sehari

Namun, harapan itu pupus cepat. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, Pasar Palmerah kembali seperti semula: ramai, berantakan, dan rawan macet. PKL kembali berjualan di trotoar dan bahu jalan, angkot ngetem sembarangan, serta sampah berserakan di mana-mana. Malam hari pun kawasan ini dipenuhi lapak tenda darurat, kabel semrawut, dan pedagang yang meluber ke badan jalan, menyebabkan kemacetan parah.

Suasana kontras ini terlihat jelas antara pagi kunjungan presiden dan malam harinya, di mana PKL sudah kembali aktif berjualan. Efek kunjungan presiden cuma sehari, membuat banyak pihak menyebutnya sebagai “pencitraan” semata.

Pasar Palmerah Bersolek Saat Prabowo Melintas, Kini Kembali Macet dan  Semrawut: Cuma Pencitraan? - Tribunjakarta.com

Protes Warga atas Kebersihan dan Ketertiban

Banyak warga protes atas kondisi ini. Salah satu warga mengaku merasakan perbedaan signifikan antara saat Presiden Prabowo melintas dan kondisi saat ini, dengan mengatakan, “Cuma Pak Prabowo yang bisa bikin tertib.” Mereka menuntut penataan konsisten, bukan hanya saat ada kunjungan pejabat tinggi. Isu utama adalah kebersihan yang buruk, kemacetan akibat PKL, dan ketertiban lalu lintas yang tidak terjaga.

Warga juga khawatir dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan keselamatan, terutama di tengah padatnya lalu lintas Jakarta. Protes ini mencerminkan masalah urban yang lebih luas di ibu kota.

Potret Pasar Palmerah: Tertib dan Rapi Saat Prabowo Datang, Malam Ini  Kembali Semrawut - TribunNews.com

Janji Gubernur Pramono Anung untuk Penertiban

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan menertibkan kawasan Pasar Palmerah secara konsisten. Ia menegaskan bahwa penataan bukan hanya karena kunjungan presiden, melainkan bagian dari program jangka panjang. Trotoar tidak boleh lagi dipakai PKL, dan penertiban segera dilakukan untuk mencegah kemacetan berulang.

Pramono juga menjanjikan koordinasi dengan pihak terkait untuk solusi berkelanjutan, termasuk relokasi PKL ke lokasi yang lebih aman dan tertib.

Kesimpulan: Butuh Komitmen Jangka Panjang

ARENAMPO Kasus pasar palmerah semrawut ini menjadi pelajaran bahwa penertiban sementara tidak cukup. Diperlukan komitmen jangka panjang dari pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. Warga berharap janji Pramono terealisasi, agar Pasar Palmerah bisa menjadi contoh pasar tradisional yang nyaman dan aman bagi semua.

Related Posts

Soekarno Run 2026: 10.000 Pelari Ramaikan GBK!

Pendahuluan Pagi ini, 15 Februari 2026, ARENAMPO kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta dipadati oleh ribuan pelari yang penuh semangat. Soekarno Run Runniversary 2026 berhasil menarik sekitar 10.000 peserta dari…

Banjir Bandang dan Longsor Landa Puncak Bogor

Pendahuluan Kawasan Puncak Bogor, yang terkenal dengan keindahan alamnya, kembali diterpa bencana alam. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang disertai longsor di wilayah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *