Pendahuluan
Di awal masa jabatan Presiden Prabowo Subianto, hasil survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik yang mencapai 79,9%. Angka ini mencerminkan dukungan kuat masyarakat terhadap kebijakan awal pemerintahan, meskipun ada tantangan ekonomi yang masih dirasakan.

Survei ini menjadi indikator penting bagi stabilitas politik Indonesia di tahun 2026.
Metodologi Survei Indikator Politik
Survei nasional ini dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka untuk memastikan akurasi data. Pendiri Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menekankan bahwa angka kepuasan ini stabil dibandingkan survei sebelumnya pada Januari 2025.
Hasil Utama: 79,9% Puas dengan Kinerja Prabowo
Berdasarkan temuan, 13% responden menyatakan sangat puas, sementara 66,9% cukup puas, sehingga total mencapai 79,9%. Hanya 17,1% yang kurang puas dan 2,2% tidak puas sama sekali. Angka ini lebih tinggi dibandingkan approval rating presiden sebelumnya seperti SBY dan Jokowi di awal masa jabatan mereka. Dukungan kuat datang dari generasi muda, termasuk Gen Z, yang mendominasi basis pemilih Prabowo.
| Kategori Kepuasan | Persentase |
|---|---|
| Sangat Puas | 13% |
| Cukup Puas | 66,9% |
| Kurang Puas | 17,1% |
| Tidak Puas | 2,2% |
| Tidak Jawab | 0,8% |
Faktor Pendukung Kepuasan Publik
Pemberantasan korupsi menjadi alasan utama, dengan 20,2% responden menyorotinya sebagai pencapaian terbesar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapat apresiasi, di mana 72,8% penerima manfaat menyatakan puas. Selain itu, kebijakan tegas Prabowo dalam bidang ekonomi dan bantuan sosial turut berkontribusi, seperti yang diungkapkan dalam opini publik di media sosial. Burhanuddin Muhtadi menyebut ini sebagai “kartu as” pemerintahan Prabowo.
Tantangan dan Keluhan Masyarakat
Meski tinggi, survei juga mengungkap keluhan utama: kenaikan harga bahan pokok (sekitar 30% responden), pengangguran (17,6%), dan isu korupsi yang masih dirasakan. Beberapa opini di X menunjukkan skeptisisme, seperti pertanyaan “rakyat yang mana?” atau kritik terhadap kebijakan awal. Hal ini menandakan pemerintah perlu fokus pada stabilisasi ekonomi untuk mempertahankan dukungan.
Perbandingan dengan Presiden Sebelumnya
Approval rating Prabowo lebih tinggi dari Jokowi (sekitar 70-75% di awal) dan SBY (sekitar 60-70%). Faktor “honeymoon period” politik masih berpengaruh, tetapi kestabilan ini menunjukkan keberhasilan adaptasi Prabowo pasca-pemilu 2024.
Implikasi Politik dan Ekonomi
Tingkat kepuasan tinggi ini memberikan modal politik bagi Prabowo untuk melanjutkan agenda seperti reformasi birokrasi dan investasi asing. Namun, dengan outlook ekonomi global yang tidak pasti, pemerintah harus tanggap terhadap keluhan rakyat. Di media sosial, dukungan terlihat dari postingan seperti “Angka kepuasan 79,9% ini termasuk tinggi, berarti rakyat percaya.”
Kesimpulan
Survei ARENAMPO Indikator Politik 2026 mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto memulai jabatannya dengan dukungan kuat dari masyarakat. Dengan fokus pada pemberantasan korupsi dan program sosial, pemerintahan ini berpotensi mempertahankan momentum positif, asal tantangan ekonomi diatasi secara efektif.





