Harga Pangan Melonjak Saat Libur: Beras dan Telur Naik

Update Harga Pangan Hari Ini: Beras dan Telur Naik Tajam

Di tengah momen hari libur yang seharusnya menjadi waktu bagi masyarakat untuk berbelanja dengan tenang, kondisi pasar pangan nasional justru menunjukkan dinamika yang kontras. Laporan terbaru dari pantauan pasar menunjukkan adanya lonjakan harga pangan pada beberapa komoditas pokok yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi konsumen, mengingat beberapa komoditas tersebut merupakan sumber karbohidrat dan protein utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia.


Harga Beras Medium dan Super Terus Merangkak Naik

Harga Pangan Melonjak Saat Libur: Beras dan Telur Naik

Komoditas pertama yang mengalami kenaikan signifikan adalah beras. Sebagai makanan pokok, kenaikan harga beras selalu memberikan dampak domino bagi ekonomi masyarakat. Berdasarkan pantauan terkini:

  • Beras Kualitas Medium: Mengalami kenaikan tipis namun konsisten di berbagai daerah, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di beberapa titik pasar tradisional.
  • Beras Kualitas Super: Menunjukkan lonjakan yang lebih tajam. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan di tengah pasokan yang mulai terbatas di tingkat penggilingan.

Para pedagang melaporkan bahwa kendala distribusi selama hari libur juga turut andil dalam menyesuaikan harga jual ke tingkat konsumen akhir.

Telur Ayam Ras: Tren Kenaikan di Hari Libur

Selain beras, telur ayam ras juga menjadi sorotan. Harga telur yang biasanya fluktuatif kini cenderung berada di zona merah (naik). Lonjakan harga telur ayam ini diduga akibat meningkatnya konsumsi masyarakat selama masa liburan, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri kuliner dan pembuatan kue.

Meskipun kenaikan ini bersifat musiman, para analis berharap pemerintah segera melakukan intervensi melalui operasi pasar agar harga tidak terus liar hingga akhir bulan.

Kabar Baik: Harga Cabai Mulai Menurun

Di tengah kabar kenaikan beras dan telur, masyarakat sedikit mendapatkan angin segar dari komoditas bumbu dapur. Harga cabai, baik cabai merah keriting maupun cabai rawit, mulai menunjukkan tren penurunan.

Penurunan ARENAMPO ini disebabkan oleh mulai masuknya masa panen di beberapa wilayah sentra produksi. Melimpahnya stok di pasar induk membuat harga cabai kembali normal dan membantu meringankan beban belanja dapur masyarakat di tengah naiknya harga sembako lainnya.

Related Posts

Korupsi Kontrak Militer, MACC Sita Dana Rp216 Miliar!

Skandal Korupsi Kontrak Militer: MACC Sita Aset Jumbo Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) kembali melakukan langkah tegas dalam memberantas praktik rasuah di tingkat tinggi. Baru-baru ini, otoritas yang dikenal sebagai “KPK…

Senat AS Dukung Trump, Oposisi Beri Nobel Perdamaian

Dinamika Geopolitik: Trump Menangkan Dukungan Senat AS Dunia internasional kembali dikejutkan oleh eskalasi politik di Amerika Serikat terkait kebijakan terhadap Venezuela. Dalam sebuah pemungutan suara yang dramatis, Senat AS resmi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *