Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Ketegangan AS-Iran Mereda
Pasar komoditas energi global hari ini mengalami koreksi tajam. Harga minyak mentah dunia, baik standar Brent maupun West Texas Intermediate (WTI), ditutup merosot signifikan lebih dari 4%. Penurunan ini menjadi angin segar bagi pasar yang sebelumnya sempat khawatir akan gangguan pasokan di Timur Tengah.
Penyebab Utama Penurunan Harga Minyak Mentah
Faktor utama yang menekan harga minyak hari ini adalah meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar berubah menjadi lebih positif setelah adanya pernyataan resmi dari Gedung Putih terkait situasi terkini di kawasan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tekanan terhadap demonstran di Iran mulai berkurang, yang memberikan sinyal bahwa stabilitas di wilayah tersebut mulai kembali terkendali. Hal ini secara otomatis menurunkan risk premium (premi risiko) yang sebelumnya membuat harga minyak melonjak.

Rincian Harga Brent dan WTI Hari Ini
Berdasarkan data perdagangan terakhir, berikut adalah posisi harga minyak dunia:
- Minyak Brent: Turun tajam melewati level support psikologis setelah terkoreksi lebih dari 4%.
- Minyak WTI: Mengikuti jejak Brent dengan penurunan yang hampir setara, mencerminkan melimpahnya stok dan berkurangnya kekhawatiran gangguan distribusi.
Penurunan ini mengakhiri tren kenaikan beruntun yang terjadi selama beberapa hari terakhir saat eskalasi konflik sedang berada di puncaknya.
Dampak Pernyataan Donald Trump Terhadap Pasar
Pernyataan Donald Trump dipandang oleh para analis sebagai langkah de-eskalasi. Ketika tensi politik menurun, fokus investor kembali beralih pada data fundamental ekonomi, seperti cadangan minyak mentah AS dan tingkat permintaan global dari Tiongkok.
“Pasar bereaksi sangat cepat terhadap retorika perdamaian. Penurunan 4% ini menunjukkan bahwa kecemasan akan perang mulai memudar dari pikiran para pelaku pasar,” ungkap seorang analis komoditas senior.
Proyeksi Harga Minyak ke Depan
Meskipun hari ini ditutup merosot, para ahli menyarankan investor untuk tetap waspada. Volatilitas di pasar energi masih sangat bergantung pada berita-berita geopolitik mendadak. Jika situasi di Iran terus stabil, harga minyak diprediksi akan bergerak di rentang normal sesuai dengan dinamika permintaan dan penawaran global.
Bagi para pelaku ARENAMPO industri dan transportasi, penurunan harga minyak ini diharapkan dapat meringankan beban biaya operasional dalam jangka pendek.






