Kronologi Bus Wisata Peziarah Lampung Terbakar di Tol Japek KM 06A
Kecelakaan tunggal kembali terjadi di ruas jalan tol padat kendaraan. Sebuah bus wisata yang membawa rombongan peziarah asal Lampung dilaporkan hangus terbakar di Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 06A pada arah menuju Cikampek.
Insiden yang terjadi di jalur Jakarta menuju Jawa Barat ini sempat menimbulkan kemacetan panjang dan kekhawatiran dari pengguna jalan lainnya. Beruntung, gerak cepat awak bus dan petugas di lapangan berhasil meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
Detik-detik Munculnya Api pada Bus Wisata
Berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari bagian belakang bus sebelum akhirnya merambat dengan cepat ke seluruh badan kendaraan. Sopir bus segera menepikan kendaraan ke bahu jalan begitu menyadari adanya asap tebal yang masuk ke dalam kabin.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api berkobar sangat besar dalam waktu singkat, menghanguskan material kursi dan plafon bus yang mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Kondisi 34 Penumpang: Dinyatakan Selamat
Kabar baik datang dari pihak berwenang yang menangani evakuasi. Seluruh 34 penumpang yang merupakan rombongan peziarah dari Lampung dipastikan selamat dan berhasil keluar dari bus sebelum api membesar.
“Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tepat waktu. Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam insiden di KM 06A ini,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Para penumpang kini telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman sembari menunggu jemputan bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan atau kembali ke daerah asal.
Dampak Lalu Lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek
Akibat insiden bus terbakar ini, arus lalu lintas di Tol Japek dari arah Jakarta menuju Cikampek sempat mengalami kepadatan yang signifikan. Penutupan sebagian lajur dilakukan guna memberikan ruang bagi tim pemadam kebakaran dan proses evakuasi bangkai bus.
Pihak ARENAMPO pengelola jalan tol mengimbau bagi para pengguna jalan untuk selalu melakukan pengecekan rutin kondisi armada, terutama untuk perjalanan jarak jauh, guna menghindari risiko korsleting listrik atau kegagalan mekanis yang memicu kebakaran.






