Banjir menjadi momok bagi warga Semarang, terutama di wilayah atas seperti Tembalang. Pada 16 Februari 2026, hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya menyebabkan luapan Sungai Babon, merendam beberapa perumahan dan memengaruhi ratusan jiwa. Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari penyebab hingga solusi pencegahan, berdasarkan laporan terkini dari berbagai sumber terpercaya.
Penyebab Banjir di Semarang
Banjir ini dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga tinggi yang berlangsung sejak Minggu malam, 15 Februari 2026, hingga Senin dini hari. Menurut laporan BPBD Kota Semarang, jebolnya tanggul sementara di Sungai Babon menjadi faktor utama, menyebabkan air meluap ke permukiman sekitar. Curah hujan ekstrem ini juga diperburuk oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air, terutama di wilayah Semarang Atas. Selain itu, kiriman air dari wilayah hulu seperti Kabupaten Semarang turut berkontribusi, membuat banjir bandang dengan ketinggian hingga 2 meter di beberapa titik.
Dampak Banjir pada Warga dan Infrastruktur
Banjir merendam setidaknya lima lokasi utama: Perumahan Argo Residence (50 KK/160 jiwa terdampak), Grand Batik Semarang, Grand Permata Tembalang, Perumahan Dinar Indah (26 KK/34 jiwa), dan RW 1 Kelurahan Rowosari (sekitar 200 KK/500 jiwa). Di Perumahan Dinar Indah, air mencapai 1,5-2 meter, memaksa warga mengungsi ke tempat lebih aman. Ratusan warga, termasuk anak-anak dan lansia, terdampak secara langsung, dengan kerugian materi seperti rumah rusak dan kendaraan terendam. Jalur Pantura Kaligawe juga banjir, menyebabkan kemacetan hingga 15 km. Selain itu, banjir rob di kawasan Terboyo semakin parah, memengaruhi aktivitas sehari-hari warga.
Berikut adalah tabel ringkasan dampak berdasarkan data BPBD:
| Lokasi | Jumlah KK Terdampak | Ketinggian Air | Jiwa Terdampak |
|---|---|---|---|
| Perumahan Argo Residence | 50 KK | 1-1,5 m | 160 jiwa |
| Perumahan Dinar Indah | 26 KK | 1,5-2 m | 34 jiwa |
| RW 1 Rowosari | 200 KK | 1-2 m | 500 jiwa |
| Grand Permata Tembalang | 25 KK | 0,5-1 m | 80 jiwa |

Upaya Penanganan dan Bantuan
Pemkot Semarang dan BPBD bergerak cepat dengan melakukan evakuasi menggunakan perahu karet dan menyediakan posko pengungsian. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan selimut telah didistribusikan ke warga terdampak. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahkan meninjau proyek tol Semarang-Demak untuk mengatasi banjir rob di Pantura, menunjukkan komitmen pemerintah pusat. Hingga pagi hari, air mulai surut menjadi 20-30 cm, meski pemulihan masih berlangsung. Warga diimbau waspada terhadap banjir susulan, terutama dengan prakiraan cuaca hujan lanjutan.
Pencegahan Banjir di Masa Depan
Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan perbaikan infrastruktur seperti memperkuat tanggul Sungai Babon dan meningkatkan kapasitas drainase kota. Pemerintah juga sedang membangun tanggul di kawasan Terboyo untuk mengatasi banjir rob. Warga dapat berkontribusi dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga saluran air. Selain itu, pemantauan cuaca melalui aplikasi BMKG bisa membantu kesiapsiagaan dini.
ARENAMPO Banjir di Semarang ini menjadi pengingat penting akan dampak perubahan iklim. Dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa bisa diminimalisir di masa mendatang.





