Pendahuluan
Di era ketegangan global yang semakin memanas pada tahun 2026, isu geopolitik menjadi sorotan utama. Indonesia, sebagai negara dengan peran penting di kancah internasional, kini menghadapi desakan untuk keluar dari Board of Peace (BoP). Hal ini muncul di tengah eskalasi konflik antara AS-Israel melawan Iran. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dikabarkan berencana mengunjungi Teheran untuk upaya perdamaian. Artikel ini akan membahas secara mendalam latar belakang, implikasi, dan langkah diplomasi yang diambil.
Latar Belakang Eskalasi Konflik AS-Israel vs Iran
Konflik di Timur Tengah telah mencapai titik kritis sejak awal 2026. AS dan Israel meningkatkan tekanan militer terhadap Iran, termasuk sanksi ekonomi yang lebih ketat dan operasi intelijen bersama. Iran, di sisi lain, memperkuat aliansi dengan kelompok-kelompok regional dan mengembangkan program nuklirnya sebagai respons. Board of Peace (BoP), sebuah lembaga internasional yang dibentuk untuk mempromosikan dialog damai antarnegara, menjadi arena perdebatan sengit. Indonesia, sebagai anggota aktif BoP sejak pendiriannya, dianggap terlalu netral oleh beberapa pihak, yang justru memicu desakan keluar.
Faktor pemicu utama adalah serangan drone AS-Israel terhadap fasilitas Iran di Januari 2026, yang menewaskan puluhan orang dan memicu balasan rudal dari Teheran. Situasi ini tidak hanya mengancam stabilitas regional tetapi juga memengaruhi rantai pasok global, termasuk harga minyak yang melonjak hingga 20% dalam sebulan terakhir.
Desakan Keluar dari Board of Peace (BoP) bagi Indonesia

Beberapa kelompok internasional dan domestik mendesak Indonesia untuk mundur dari BoP. Alasannya, BoP dianggap gagal mencegah eskalasi dan malah menjadi alat propaganda bagi AS-Israel. Aktivis perdamaian di Indonesia, seperti dari organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, berargumen bahwa keanggotaan BoP bertentangan dengan prinsip non-blok Indonesia. “Kita harus menjaga independensi untuk menjadi mediator sejati,” kata seorang analis politik dari Universitas Indonesia.
Di sisi lain, pendukung keanggotaan BoP menekankan manfaatnya, seperti akses ke dialog tingkat tinggi dan bantuan ekonomi. Namun, tekanan dari negara-negara seperti Rusia dan China, yang mendukung Iran, semakin kuat. Jika Indonesia keluar, hal ini bisa mengubah dinamika BoP dan memperlemah posisi lembaga tersebut di mata dunia.
Rencana Kunjungan Prabowo dan PM Sharif ke Teheran
Dalam upaya meredam konflik, Presiden Prabowo Subianto dan PM Pakistan Shehbaz Sharif merencanakan kunjungan bersama ke Teheran pada akhir Maret 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk membuka saluran diplomasi langsung dengan Presiden Iran. Prabowo, dengan latar belakang militer dan pengalaman diplomasi, diharapkan membawa pesan perdamaian dari ASEAN. Sementara Sharif, mewakili dunia Islam, akan menekankan solidaritas antarnegara Muslim.
Agenda utama termasuk pembahasan gencatan senjata sementara, bantuan kemanusiaan untuk wilayah konflik, dan proposal dialog multilateral. “Ini adalah langkah berani untuk mencegah perang dunia ketiga,” ujar seorang sumber dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Kunjungan ini juga bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin di negara berkembang.
Implikasi Geopolitik bagi Indonesia dan Dunia
Keluar dari BoP bisa memberikan keuntungan bagi Indonesia dalam hal fleksibilitas diplomasi, tetapi juga risiko isolasi dari Barat. Eskalasi konflik Iran berpotensi memengaruhi ekonomi Indonesia, terutama impor minyak dan ekspor ke Timur Tengah. Di sisi positif, inisiatif Prabowo-Sharif bisa meningkatkan citra Indonesia sebagai peacemaker global, mirip dengan peran Soekarno di masa lalu.
Secara lebih luas, konflik ini menguji ketahanan lembaga internasional seperti PBB dan BoP. Jika diplomasi gagal, dunia bisa menghadapi krisis energi dan migrasi massal.
Kesimpulan: Langkah Menuju Perdamaian Berkelanjutan
Di tengah desakan keluar dari BoP, Indonesia tetap berkomitmen pada diplomasi aktif. Kunjungan Prabowo dan Sharif ke Teheran menjadi harapan baru untuk meredam eskalasi AS-Israel vs Iran. Bagi pembaca, penting untuk mengikuti perkembangan ini melalui sumber terpercaya. Mari dukung upaya perdamaian untuk masa depan yang lebih aman.





