Ribuan WNI di Kamboja Minta Pulang dari Scam

Ribuan WNI di Kamboja Minta Pulang dari Scam

Di tengah upaya pemberantasan sindikat penipuan daring oleh pemerintah Kamboja, ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat sebagai pekerja ilegal meminta bantuan repatriasi. Kasus ini menyoroti risiko kerja di luar negeri, khususnya terkait sindikat scam online dan gambling ilegal.

Latar Belakang Kasus WNI di Kamboja

Kasus ini bermula dari operasi besar-besaran pemerintah Kamboja terhadap sindikat online scam sejak akhir 2025. Banyak WNI direkrut dengan janji gaji tinggi, seperti Rp9 juta per bulan, namun berakhir sebagai admin scammer atau operator judi online. Mereka sering mengalami kerja paksa, penyiksaan, dan penahanan. Contohnya, pada Oktober 2025, ratusan WNI kabur dari markas scam setelah disekap dan disetrum.

Pemerintah Indonesia melalui KBRI Phnom Penh menyebut para WNI ini sebagai pekerja ilegal, bukan korban trafficking murni, karena banyak yang sadar terlibat dalam aktivitas ilegal. Namun, kondisi mereka memprihatinkan, dengan sebagian meminta perlindungan dan pemulangan.

Jumlah WNI Terlibat dan Permintaan Repatriasi

Berdasarkan data terbaru dari KBRI Phnom Penh, sejak 16-26 Januari 2026, tercatat 2.493 WNI yang melaporkan diri untuk repatriasi. Angka ini berkisar antara 1.440 hingga 2.493, tergantung sumber. Sebelumnya, pada Desember 2025, sembilan WNI berhasil dipulangkan setelah terjebak lebih dari satu tahun.

Banyak di antaranya kabur dari sindikat setelah penindakan polisi Kamboja, seperti kasus 110 WNI yang melarikan diri dari perusahaan scam di Chrey Thum pada Oktober 2025. Mereka datang ke KBRI dalam kondisi beragam, mulai dari trauma hingga kehilangan dokumen.

Upaya Pemerintah Indonesia dalam Penanganan Scam

Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Phnom Penh aktif memfasilitasi repatriasi. Proses ini melibatkan verifikasi identitas, pemeriksaan kesehatan, dan koordinasi dengan otoritas Kamboja. Hingga Januari 2026, ratusan WNI telah dibebaskan dan siap dipulangkan.

Ribuan WNI di Kamboja Minta Pulang dari Scam

Selain itu, pemerintah Indonesia memperingatkan warganya untuk menghindari tawaran kerja mencurigakan di Kamboja. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga terlibat dalam pemulangan, memastikan korban aman meski ada dugaan keterlibatan dalam kekerasan.

Dampak dan Peringatan Scam bagi Masyarakat

Kasus ini berdampak pada citra Indonesia di mata internasional dan menimbulkan trauma bagi korban. Banyak WNI tergiur gaji besar tapi terjebak hutang dan ancaman. Peringatan: Selalu verifikasi lowongan kerja melalui kanal resmi seperti BP2MI. Hindari perekrut ilegal yang menjanjikan pekerjaan di sektor gambling atau scam.

Untuk pencegahan, masyarakat diimbau melaporkan tawaran mencurigakan ke hotline KBRI atau polisi.

Kesimpulan

ARENAMPO Kasus WNI di Kamboja menjadi pelajaran berharga tentang risiko migrasi kerja ilegal. Dengan repatriasi massal, diharapkan ribuan korban bisa kembali dan memulai hidup baru. Pantau update dari sumber resmi untuk info terkini.

Related Posts

Presiden Prabowo Buka Rakornas Sentul Harti ini

Pendahuluan Hari ini, Senin, 2 Februari 2026, menjadi momen penting bagi pemerintahan Indonesia. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka dan memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah…

Iran Latihan Militer di Hormuz, AS Peringatkan

Pendahuluan Iran baru saja mengumumkan rencana latihan militer besar-besaran di Selat Hormuz, yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari mulai Minggu, 1 Februari 2026. Latihan tembak langsung ini melibatkan Korps Pengawal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *