Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya Gunungkidul, pada Selasa, 27 Januari 2026. Kejadian ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah terhadap aktivitas seismik. Artikel ini membahas detail gempa, dampaknya, serta tips pencegahan untuk warga.
Detail Gempa Berdasarkan BMKG
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan magnitudo 4.4 terjadi pukul 13:15 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 7.87 LS dan 110.49 BT, tepatnya 15 km timur laut Kabupaten Bantul, dengan kedalaman dangkal 11 km. Getaran dirasakan kuat di wilayah Gunungkidul, Sleman, dan sekitarnya, termasuk hingga Solo di Jawa Tengah. Beberapa sumber menyebut magnitudo mencapai 4.5, namun BMKG mengonfirmasi 4.4 sebagai data resmi.
Gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal, yang sering kali menimbulkan getaran lebih intens di permukaan. Episentrumnya berasosiasi dengan Sesar Opak, patahan aktif yang pernah memicu gempa besar di Yogyakarta pada 2006. Hasil pemantauan BMKG hingga sore hari menunjukkan tidak ada potensi tsunami, dan tidak ada aktivitas susulan signifikan hingga pukul 16:21 WIB.
Dampak dan Kerusakan yang Terjadi
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan parah, gempa ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga Gunungkidul. Beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan, seperti retak dinding dan jatuhnya genteng di wilayah Nglipar dan Patuk. Di Desa Semoyo, Kecamatan Patuk, getaran terasa sangat kencang, membuat warga berhamburan keluar rumah.
Pada hari yang sama, gempa lain berkekuatan M5.5 di Pacitan juga terasa hingga Gunungkidul, menambah kekhawatiran masyarakat. Secara keseluruhan, wilayah Yogyakarta diguncang gempa hingga delapan kali dalam sehari, meski intensitasnya sedang. Kerusakan terbatas pada struktur bangunan tua, sementara infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan dilaporkan aman.

Imbauan BMKG dan Langkah Pencegahan
BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Hindari bangunan rentan runtuh dan ikuti protokol “Drop, Cover, Hold On” saat getaran terjadi. Pemerintah daerah Gunungkidul juga diminta memperkuat edukasi mitigasi bencana, termasuk simulasi evakuasi rutin.
Untuk pencegahan jangka panjang, warga disarankan memeriksa kekuatan bangunan rumah sesuai standar antigempa. Instalasi aplikasi BMKG untuk info gempa real-time juga sangat direkomendasikan agar respons lebih cepat.
Latar Belakang Geologi Wilayah Gunungkidul
Gunungkidul termasuk zona rawan gempa karena berada di jalur Sesar Opak dan pengaruh lempeng tektonik Indo-Australia. Sejarah mencatat gempa besar pada 2006 yang menewaskan ribuan jiwa, sehingga pemantauan geologi terus ditingkatkan. Aktivitas vulkanik Merapi di utara juga berkontribusi pada instabilitas tanah.
Kesimpulan
Gempa ARENAMPO M4.4 di Gunungkidul ini menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan tidak ada korban signifikan, ini kesempatan untuk memperkuat infrastruktur dan kesadaran masyarakat. Pantau terus update dari BMKG untuk info terkini.






