Prabowo & Rosan Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun

Prabowo dan Rosan Roeslani Matangkan Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menggelar pertemuan strategis dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, di kediamannya di Hambalang, Bogor. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk melanjutkan agenda besar transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri.

Fokus utama dalam diskusi tersebut adalah percepatan dan keberlanjutan proyek hilirisasi ambisius yang nilainya ditaksir mencapai Rp100 triliun. Langkah ini dipandang sebagai kunci untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Fokus Strategis Hilirisasi di Era Presiden Prabowo

Hilirisasi bukan sekadar tren, melainkan strategi inti dalam visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam pertemuan di Hambalang, Presiden menekankan bahwa nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia harus dinikmati sepenuhnya di dalam negeri.

Prabowo & Rosan Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun

Beberapa sektor yang menjadi prioritas utama dalam proyek senilai Rp100 triliun ini meliputi:

  • Sektor Mineral dan Tambang: Penguatan ekosistem nikel, tembaga, dan bauksit.
  • Sektor Energi Baru Terbarukan: Pemanfatan sumber daya lokal untuk mendukung transisi energi.
  • Sektor Perkebunan dan Kelautan: Pengembangan produk turunan kelapa sawit dan rumput laut.

Peran Rosan Roeslani dalam Menggaet Investasi Global

Sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani memiliki tugas berat untuk memastikan aliran modal masuk tetap lancar. Proyek senilai Rp100 triliun ini memerlukan kepastian hukum dan insentif yang menarik bagi para investor global maupun domestik.

Rosan menyampaikan bahwa koordinasi di Hambalang bertujuan untuk menyinkronkan kebijakan antar-kementerian agar hambatan birokrasi dapat dipangkas. Dengan demikian, target investasi yang telah ditetapkan dapat tercapai tepat waktu.

Dampak Ekonomi: Penciptaan Lapangan Kerja dan Kedaulatan

Keberlanjutan proyek hilirisasi ini diprediksi akan memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional:

  1. Pembukaan Lapangan Kerja: Industri pengolahan membutuhkan ribuan tenaga kerja terampil.
  2. Peningkatan Devisa: Ekspor barang jadi memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.
  3. Kemandirian Industri: Mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

Kesimpulan

Pertemuan ARENAMPO di Hambalang antara Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani menegaskan bahwa hilirisasi industri tetap menjadi prioritas tertinggi. Dengan nilai proyek mencapai Rp100 triliun, Indonesia sedang melangkah mantap menuju status negara maju melalui penguatan struktur industri dalam negeri yang tangguh dan kompetitif di kancah global.

Related Posts

Regulasi AI Global 2026: Inovasi vs Keamanan Publik

Masa Depan Regulasi AI Global: Menyeimbangkan Inovasi dan Etika Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memasuki babak baru di tahun 2026. Dengan peluncuran model-model generasi terbaru yang jauh lebih intuitif, AI…

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD: Jaga Kedaulatan Rakyat!

Polemik Pilkada: PDI Perjuangan Tegas Tolak Pemilihan Lewat DPRD Diskursus mengenai sistem pemilihan kepala daerah kembali memanas di panggung politik nasional. Dalam Rakernas terbaru, PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyatakan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *