Waspada DBD di Awal Januari: Dinkes Mulai Sosialisasi Masif
Memasuki minggu pertama di bulan Januari 2026, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Intensitas hujan yang tidak menentu—kadang panas terik namun tiba-tiba hujan deras—menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak secara cepat.
Fenomena Cuaca Tidak Menentu dan Risiko DBD
Dinas Kesehatan (Dinkes) di berbagai daerah mencatat adanya peningkatan genangan air di lingkungan pemukiman akibat pola cuaca yang tidak stabil. Genangan air bersih yang tidak mengalir menjadi tempat favorit nyamuk untuk meletakkan telur.
Menurut ahli epidemiologi, transisi cuaca di awal tahun ini seringkali membuat masyarakat lengah. Padahal, satu tetes air di tutup botol saja sudah cukup bagi larva nyamuk untuk bertahan hidup hingga menjadi nyamuk dewasa yang membawa virus dengue.
Sosialisasi Dinkes: Kembali ke Gerakan PSN 3M Plus
Menanggapi situasi ini, petugas Puskesmas dan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) mulai turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi. Fokus utama kampanye tahun ini tetap pada metode PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) 3M Plus:

- Menguras: Membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup: Memastikan bak mandi, drum, dan toren air tertutup rapat.
- Mendaur Ulang: Memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
- Plus: Menggunakan kelambu, memasang kawat kasa, dan menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai atau lavender.
Kenali Gejala Awal DBD Sebelum Terlambat
Jangan anggap remeh demam yang muncul tiba-tiba. Berikut adalah gejala khas DBD yang harus segera mendapatkan penanganan medis:
- Demam tinggi mendadak yang sulit turun.
- Nyeri pada sendi, otot, dan di belakang bola mata.
- Muncul bintik merah pada kulit (petekie).
- Tubuh terasa sangat lemas dan nafsu makan menurun.
Dinkes menyarankan agar masyarakat segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika demam tidak kunjung reda dalam dua hari, guna menghindari risiko syok atau perdarahan internal.
Kesimpulan: Pencegahan Adalah Kunci
Meskipun pemerintah ARENAMPO menyiapkan langkah fogging (pengasapan) di area zona merah, perlu diingat bahwa fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentiknya. Kesadaran mandiri untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi tameng utama dalam menekan angka kasus DBD di awal tahun 2026 ini.






