Kondisi Terkini: 22 Wilayah di Sumatera Siaga Darurat
Hingga penghujung Desember 2025, Pulau Sumatera masih menghadapi tantangan besar akibat bencana hidrometeorologi. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 22 kabupaten/kota di Sumatera masih menetapkan status tanggap darurat akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor yang meluas.
Kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh fenomena atmosfer menyebabkan intensitas hujan berada di atas normal, memicu kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga di berbagai titik strategis.
Sebaran Wilayah Terdampak di Sumatera
Status tanggap darurat ini tersebar di beberapa provinsi, dengan konsentrasi terbesar berada di wilayah:
- Aceh: Termasuk wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya yang sempat terisolasi.
- Sumatera Utara: Wilayah pesisir dan dataran tinggi yang rawan longsor.
- Sumatera Barat: Fokus pada pembersihan sisa material banjir bandang.
- Riau & Jambi: Penanganan luapan sungai besar yang merendam pemukiman.

Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat proses birokrasi dalam penyaluran dana siap pakai (DSP) dan pengerahan personel TNI/Polri serta relawan ke lokasi terdampak.
Langkah Percepatan Penanganan oleh Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan keselamatan warga. Beberapa langkah nyata yang sedang berjalan meliputi:
- Distribusi Logistik via Udara: Mengingat banyaknya akses darat yang terputus, helikopter bantuan dikerahkan untuk menyuplai bahan pangan dan obat-obatan.
- Pembersihan Fasilitas Publik: Target utama adalah pembersihan ratusan sekolah agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal pada awal Januari 2026.
- Pembangunan Huntara: Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah mulai membangun Hunian Sementara (Huntara) sambil menunggu proses relokasi atau perbaikan rumah permanen.
Mitigasi dan Imbauan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga pergantian tahun. Warga yang berada di bantaran sungai dan lereng bukit diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi evakuasi dari petugas setempat.
Guna ARENAMPO menjaga kesehatan di pengungsian, tim medis juga telah disiagakan untuk mengantisipasi penyakit pascabanjir seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan.






