Kim Jong Un Kirim Pesan Tahun Baru ke Putin

Pesan Hangat Kim Jong Un: Simbol Kedekatan Pyongyang-Moskow

Menjelang pergantian tahun menuju 2026, Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mengirimkan pesan resmi kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam pesan tersebut, Kim Jong Un menegaskan bahwa hubungan antara kedua negara bukan lagi sekadar kemitraan biasa, melainkan sebuah aliansi strategis yang tak tergoncangkan.

Pesan ini muncul sebagai balasan atas surat serupa yang dikirimkan Putin sebelumnya, di mana pemimpin Rusia tersebut memuji peran “heroik” pasukan Korea Utara dalam membantu operasi militer Moskow. Momentum ini menandai babak baru dalam sejarah diplomasi kedua negara yang semakin solid di tengah tekanan Barat.

Aliansi Sedarah: Kerja Sama Militer yang Kian Nyata

Salah satu poin paling krusial dalam pesan Kim Jong Un adalah penyebutan hubungan “sedarah”. Istilah ini merujuk pada keterlibatan aktif personel militer Korea Utara yang mendukung Rusia di medan tempur, khususnya di wilayah Kursk.

Kim Jong Un Kirim Pesan Tahun Baru ke Putin

Beberapa poin penting dari penguatan aliansi ini meliputi:

  • Dukungan Personel: Pengerahan ribuan tentara Korut sebagai bentuk persaudaraan militer.
  • Pasokan Amunisi: Pengiriman rudal dan peluru artileri secara berkelanjutan untuk mendukung operasional Rusia.
  • Pertukaran Teknologi: Rusia diduga memberikan bantuan teknologi satelit dan kapal selam bertenaga nuklir kepada Pyongyang.

Visi Tatanan Dunia Multipolar 2026

Baik Putin maupun Kim Jong Un sepakat bahwa kerja sama mereka bertujuan untuk menciptakan tatanan dunia multipolar. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan dominasi Amerika Serikat dan sekutunya. Kim menyatakan bahwa hubungan ini adalah “aset bersama yang berharga” yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Proyek Baru di Tahun Mendatang

Selain kerja sama militer ARENAMPO, kedua negara juga mulai merancang proyek ekonomi dan infrastruktur. Rencana pembukaan layanan kereta api penumpang antara Rusia dan Korut pada awal 2026 menjadi bukti bahwa integrasi kedua negara akan mencakup sektor sipil dan ekonomi, bukan hanya pertahanan.

Related Posts

Regulasi AI Global 2026: Inovasi vs Keamanan Publik

Masa Depan Regulasi AI Global: Menyeimbangkan Inovasi dan Etika Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah memasuki babak baru di tahun 2026. Dengan peluncuran model-model generasi terbaru yang jauh lebih intuitif, AI…

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD: Jaga Kedaulatan Rakyat!

Polemik Pilkada: PDI Perjuangan Tegas Tolak Pemilihan Lewat DPRD Diskursus mengenai sistem pemilihan kepala daerah kembali memanas di panggung politik nasional. Dalam Rakernas terbaru, PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyatakan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *