🏗️ Tuntas: KPK Tahan Dua Pejabat DJKA Kemenhub Terkait Proyek Kereta Medan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memberantas korupsi di sektor infrastruktur. Kabar terbaru mengonfirmasi penahanan dua pejabat tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Penahanan ini dilakukan setelah ditemukan bukti kuat mengenai dugaan pengaturan proyek dan praktik mark-up dalam pembangunan jalur kereta api di wilayah Medan, Sumatera Utara.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan dana proyek infrastruktur vital yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan konektivitas dan layanan publik, namun justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Mengapa Proyek Kereta Api Medan Jadi Sorotan KPK?
Proyek pembangunan dan peningkatan jalur kereta api di Medan adalah bagian dari program strategis nasional. Namun, kecurigaan muncul setelah adanya laporan mengenai kejanggalan dalam proses tender dan pelaksanaan di lapangan.
A. Dugaan Pengaturan Tender
Salah satu modus utama yang diselidiki adalah dugaan pengaturan tender yang sistematis. Penyelidik KPK menemukan indikasi bahwa pejabat tertentu secara aktif mengarahkan pemenang tender, memastikan proyek jatuh kepada perusahaan yang telah bersepakat memberikan fee atau komisi.
B. Praktik Mark-up Anggaran
Selain pengaturan tender, praktik mark-up anggaran juga menjadi fokus utama. Angka yang diajukan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) diduga telah digelembungkan (di-mark-up) secara signifikan, menyebabkan kerugian negara mencapai miliaran rupiah. Dana selisih inilah yang kemudian diduga dinikmati oleh para pejabat dan pihak swasta terkait.
Identitas dan Peran Dua Pejabat DJKA yang Ditahan
Meskipun identitas lengkap biasanya dirilis bertahap, KPK telah memastikan bahwa dua individu yang ditahan memegang peran strategis dalam penentuan kebijakan dan pengawasan proyek di DJKA Kemenhub, khususnya yang terkait wilayah Medan.

Peran kunci mereka antara lain:
- Penyusunan RAB: Bertanggung jawab menetapkan besaran anggaran proyek.
- Keputusan Pemenang Tender: Memiliki otoritas dalam menentukan atau merekomendasikan perusahaan pelaksana.
- Pengawasan Kontrak: Berwenang mengawasi realisasi fisik proyek di lapangan.
Penahanan ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan ketat harus dilakukan pada setiap tahapan proyek infrastruktur, terutama yang menggunakan dana besar dari APBN.
Dampak Kasus Korupsi Terhadap Infrastruktur Nasional
Kasus seperti ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga memiliki dampak domino pada kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik.
- Penundaan Proyek: Proses hukum yang berjalan seringkali menyebabkan proyek mandek atau tertunda.
- Penurunan Kualitas: Kualitas konstruksi berpotensi menurun karena anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk bahan terbaik justru disunat.
- Ketidakpercayaan Publik: Mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan upaya pemberantasan korupsi.
Upaya Kemenhub dan Tindakan Pencegahan Kedepan
Kementerian Perhubungan diharapkan mengambil langkah cepat dan tegas, termasuk:
- Sanksi Internal: Memberikan sanksi berat sesuai peraturan kepegawaian kepada pejabat yang terlibat.
- Audit Menyeluruh: Melakukan audit forensik pada semua proyek kereta api yang sedang berjalan, tidak hanya di Medan, untuk mendeteksi potensi kecurangan lain.
- Peningkatan Transparansi: Mendorong sistem tender yang lebih terbuka dan terintegrasi secara digital untuk meminimalisir intervensi manusia.
Keputusan KPK ARENAMPO menahan dua pejabat DJKA Kemenhub ini adalah langkah maju dalam penegakan hukum dan diharapkan menjadi pelajaran bagi pejabat publik lainnya agar selalu mengedepankan integritas dalam mengelola aset dan proyek negara.






